Turing Ke Gunung Kidul Yang Tidak Terlupakan

Turing Ke Gunung Kidul
Gunung Kidul Handayani

mengisi liburan akhir tahun kemarin kemana aja brosis? Banyak orang pasti akan memilih camping, mendaki gunung, ke pantai, dan ke object wisata lainnya. Tak terkecuali eb sendiri brosis, untuk mengisi liburan akhir tahun kemarin eb berniat untuk mengunjungi salah satu pantai di gunung kidul.

Entah sudah berapa kali eb kesana, yang pasti menghabiskan waktu libur ke salah satu kabupaten di Yogyakarta ini selalu saja berkesan dan tidak terlupakan brosis. Terutama wisata pantainya, banyak pantai yang indah dan menawan di sajikan di gunung kidul. Contohnya saja yang sudah terkenal sejak lama seperti pantai Baron, Krakal, Kukup hingga pantai yang "bermunculan" baru-baru ini seperti Slili, Sepanjang, Ngobaran, Wedi ombo dan masih banyak yang lainnya.

Awalnya rencana untuk berlibur ini di rencanakan bersama beberapa kawan - kawan eb yang sedang cuti panjang dari pekerjaannya di Bandung. Mudik ceritane brosis.. Setelah berembuk cukup lama dan mengumpulkan berbagai usulan anggota di grup BBM maka di pilihlah tanggal 25 Desember 2016 sebagai hari nanti akan liburan bersama. Karena kawan-kawan eb ini gemar alias hobi motoran brosis, nantinya event ini juga sekalian untuk melakukan turing.

Hari Minggu tanggal 25 Desember semakin dekat saja brosis. Rasanya sudah tak sabar eb untuk bertemu dengan kawan-kawan lama seperjuangan di kota "Kembang" dulu. Maklum saja brosis setelah memutuskan untuk berhenti bekerja di Bandung tentu saja eb jarang sekali bertemu dengan kawan-kawan seperjuangan dulu. Kawan-kawan yang berjuang bersama dari nol, yang saling mensupport satu sama lainnya praktis sulit untuk eb lupakan.

Akhirnya setelah cukup "lama" rasanya menunggu hari yang di tunggu-tunggu pun tiba. Seperti kesepakatan yang telah di buat, kami semua berkumpul di sebelah pom bensin Jln. Prambanan-Piyungan KM 2 sebelum pukul 9 pagi. Tapi ada hal yang cukup membuat eb malu brosis eb yaitu telat datang πŸ˜…. Saat eb sampai di titik kumpul ternyata seluruh teman yang akan ikut turing sudah berkumpul semua. Tapi tidak apa lah hanya telat beberapa menit saja. hehe (sorry buat kawan-kawan).

Setelah sedikit ngobrol sekaligus menghilangkan rasa kangen tanpa basa-basi perjalanan di mulai. Lima motor sport yang terlihat keren dan bengis (punya eb kayanya yang paling jelek πŸ˜†) meluncur siap membelah jajaran perbukitan Gunung Kidul. Perjalanan di mulai dari piyungan naik ke arah Pathuk yang terkenal akan bakpianya. Keadaan jalanan yang cukup tricky naik turun dan ramai akan kendaraan lain sepertinya tidak menghilangkan semangat para masbro-masbro ini untuk menjinakkan kuda besinya.

Turing Ke Gunung Kidul


Semangat mereka terlihat jelas di wajah yang tidak memancarkan sedikit pun rasa capek atau lelah. Jian semangat tenan brosis salut buat masbro-masbro semua. Karena keadaan jalan yang agak ramai karena memang hari libur praktis banyak mobil dan motor yang terkadang berjalan cukup pelan. Selip sana selip sini untuk mempersingkat waktu pun tidak terelakan lagi mengingat jarak yang akan di tempuh nantinya cukup jauh dan akan memakan banyak waktu. Tentu saja brosis safety first tetap kami utamakan.

Sebenarnya cukup menguras energi juga brosis dengan keadaan yang seperti ini. Tekuk sana tekuk sini si kuda besi untuk menghindar dari kendaraan lain memerlukan tenaga ekstra untuk melakukannya. Tapi dengan semangat tadi seolah energi yang hilang seakan tercharge kembali. Sebagai gambaran saja brosis keadaan jalan Jogja-Wonosari yang mulai naik bukit ke arah pathuk memang terbilang cukup sulit.

Banyak sekali jalan dengan kemiringan kurang lebih 45 derajat dan langsung di hadapkan dengan tikungan tajam. Di tambah dengan ramainya arus kendaraan di butuhkan skill riding yang mumpuni dan keadaan kendaraan yang cukup prima untuk melibas jalan ini. Dan yang tidak kalah penting untuk mengutamakan safety first. Minimal pakai lah helm untuk berjaga-jaga jika terjadi kecelakaan. Helm akan melindungi bagian tervital dari tubuh kita yaitu kepala brosis, karena kepala hanya akan tahan terhadap benturan pada kecepatan 25km/h saja.

Jika ada yang lebih dari itu dan selamat hanya faktor keberuntungan saja brosis. Beberapa menit yang melelahkan akhirnya perjalanan sampai di atas bukit di sekitar wonosari. Jalanan yang mulus dan rata menggantikan jalan yang "ekstrim" tadi. Membetot tuas gas hingga mentok pun tidak tertahankan lagi, dengan keadaan jalan yang sepi kendaraan lain tentunya. Cukup menyenangkan brosis rasanya. Entah apa yang menyenangkan, yang jelas riding sendirian dan turing seperti ini cukup beda experience brosis.

Nah, perjalanan sampai di Bandungan, Gading. Di tengah asiknya riding tiba-tiba terdengar dari belakang bunyi besi dan ban yang terseret di aspal. Saat menoleh di kaca spion terlihat seorang teman telah terjatuh dengan motornya yang ambruk dan terseret beberapa meter di aspal. Wah kecelakaan brosis, sontak keempat motor dalam rombongan menghidupkan sein ke kiri dan minggir. Dengan sigap kami langsung membantu mengevakuasi teman dan motornya yang jatuh di tengah jalan.

Terimaksih kami ucapkan kepada beberapa orang anggota klub RX-King yang membantu kami semua. Dan mohon maaf tidak sempat bertanya nama. Rider dan boncenger korban laka terlihat lecet di sana sini brosis. Dengan bantuan seorang pengguna jalan korban langsung kami bawa menuju rumah sakit terdekat. Setelah korban di bawa masuk ke ruang UGD saya dan seorang teman kembali lagi ke lokasi kejadian untuk menjemput kawan yang lain dan mengamankan motor yang sudah terlihat lecet dan patah di sana-sini.

Alhamdulillah tidak terjadi hal yang parah brosis, hanya bro rider mengalami patah jari kelingking kirinya. Pada akhirnya perjalanan ke pantai kami tunda terlebih dahulu. Karena rasa solidaritas, kami semua lebih memilih untuk mengantarkan pulang korban dulu dan menunda perjalanan kami. Berselang seminggu atau tanggal 1 Januari baru eb bisa melanjutkan perjalanan kembali ke pantai.

Namun sayang perjalanan kali ini ada beberapa kawan yang tidak bisa ikut hadir. Seperti pada umunya tahun baru brosis terjadi macet di sana-sini. Apalagi mendekati loket alias pintu masuk pantai, terjadi macet yang sangat parah. Jalan yang sempit penuh sesak akan kendaraan yang menuju dan meninggalkan pantai. Setelah kurang lebih 1 jam terjebak macet akhirnya eb sampai juga brosis di pantai Sepanjang.

Sesuai dengan namanya brosis bibir pantai di pantai sepanjang ini memang panjang bener. Pantai sepanjang ini masih menjadi satu loket masuk dengan 7 pantai lain yaitu pantai kukup, pantai baron, pantai drini, pantai krakal, pantai sundak, pantai pulangsawal, dan pantai pok tunggal. Hanya dengan satu tiket seharga Rp 20.000 saja brosis sudah bisa mengunjungi pantai-pantai ini.

Pantai sepanjang beralamat di Tanjung Sari, Kemadang, Gunung Kidul, Yogyakarta. Pantai dengan pasir putih dan berbentuk butiran yang bulat bak merica ini cukup indah brosis. Bibir pantai yang luas memberikan lokasi bermain yang cukup untuk menampung banyak orang sekaligus. So mau bermain bola sepak atau voli mudah saja brosis hehe.

Last, saat di jalan eb himbau untuk selalu berhati-hati. Di tambah saat liburan panjang seperti sekarang akan banyak sekali kendaraan yang lalu lalang menuju lokasi wisata yang akan berpotensi menyebabkan kecelakaan yang tidak di inginkan. Tidak kalah penting peralatan keselamatan seperti helm, sepatu, jaket dan yang lainnya. Terimakasih buat bro Gandi, Syarif, Tri, Abdul, Herman, Hari dan tentu saja para ladies boncenger yang sudah meluangkan waktu untuk berlibur bersama.


"Ketika kita telah melakukan hal yang benarpun tidak menjamin untuk selalu aman di jalan. Tetap waspada... kontrol diri... dan tingkatkan terus skill riding kita"
endribird.com

Comments

Popular posts from this blog

Sekaten 2017 Jogja

Miago icip2 : Makan mie beserta mangkuknya

Puncak Gebang Jogja